Tikus Plafon & Got
Nama Ilmiah: Rattus norvegicus / Rattus rattus
Hama pengerat nokturnal yang aktif merusak plafon, mengerat kabel listrik pemicu kebakaran, serta menyebarkan kuman dan bakteri berbahaya.
Profil Biologi & Perilaku Koloni
Tikus merupakan mamalia pengerat oportunistik dengan daya adaptasi luar biasa tinggi di lingkungan perkotaan. Di Indonesia, spesies yang paling kerap menginvasi bangunan adalah tikus got dan tikus atap.
Gigi seri tikus terus tumbuh sekitar 10-12 cm per tahun, mewajibkan mereka mengerat kabel listrik, pipa PVC, dan kayu secara berkala.
Kotoran dan urine tikus mencemari lingkungan serta menyebarkan penyakit mematikan seperti Leptospirosis dan Salmonella.
Tanda-Tanda Keberadaan & Infestasi
Suara Cakaran di Plafon
Bunyi derap langkah cepat di langit-langit pada malam hari.
Kabel Listrik & Pipa Digerogoti
Bekas cacahan gigi pada instalasi kabel listrik dan pipa air.
Kotoran Hitam Lonjong
Kotoran padat 1-2 cm di sudut dapur dan sepanjang jalur dinding.
Karakteristik & Perilaku Alami
Kebiasaan biologis yang membuat hama ini sulit dibasmi secara instan
Potensi Kerusakan & Bahaya Kesehatan
Risiko kerugian properti dan penyebaran patogen penyakit
Langkah Pencegahan & Sanitasi Lingkungan
Tindakan preventif untuk mencegah koloni hama kembali menginfestasi
Jelajahi Spesies Hama Lainnya

Rayap Kayu & Tanah
Coptotermes formosanus / Cryptotermes
Kecoa Jerman & Amerika
Blattella germanica / Periplaneta
Kutu Busuk / Kasur
Cimex lectularius
Nyamuk Aedes & Anopheles
Aedes aegypti / Culex / Anopheles
Tikus Plafon & Got
Rattus norvegicus & Rattus rattusTim teknisi siaga melayani inspeksi cepat untuk hunian, restoran, dan gudang logistik.
Hubungi Layanan Darurat